"Suatu hari anak cucu kita harus pergi ke museum untuk melihat seperti apa kemiskinan itu", Muhammad Yunus - Pendiri Garmeen Bank
KLIK SINI...!
Download software proteksi situs porno. GRATIS!
Cegahlah internet anak anda di rumah dengan download software ini.
Konversi Ooh-gitu

Select Property:
A A
B B
Banner


Kok bisa ya battery menghasilkan listrik?

User Rating: / 0
PoorBest 
Selagi kamu lagi asik main mobil-mobilan, PSP, kamera digital pernah membayangkan ngga apa sih yang membuat alat atau mainan kamu bisa bergerak, mengeluarkan cahaya, dan lain-lain..? Seperti halnya peralatan listrik yang ada di sekeliling kamu. Selain menggunakan listrik rumah, kamu juga menggunakan battery. Banyak jenis ragam battery, mulai dari Battery di mobil kamu (disebut juga accu, atau aki), battery berbentuk seperti tablet pipih pada arloji kamu, hingga battery tipis yang terselip di telepon genggam kamu. Nah.. sekarang gimana sih Battery ini bisa menghasilkan listrik?
 
Yang terjadi pada sebuah battery adalah reaksi kimia yang menghasilkan listrik. Kebalikan dari proses penyepuhan (baca disini ), yang “mengubah” listrik menjadi reaksi kimia, maka pada battery, reaksi-reaksi kimia tersebut menghasilkan listrik.

Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa “di dalam” battery terdapat “pabrik” pembuat elektron. Yang selanjutnya Elektron itu ditempatkan pada “tempat” khusus pada battery (disebut juga kutub negatif). Selanjutnya Elektron tersebut akan  “mengalir” menuju tempat lainnya lagi pada battere (disebut juga kubut positif) pada saat kedua “tempat” atau kutub tadi dihubungkan dengan sebuah kabel. Terjadilah pemanfaatan energi pada battery (misal untuk menyalakan lampu, atau benda elektronik lainnya).

Selama Battery itu tidak “digunakan” atau selama kedua kutub battery itu tidak “berhubungan”, elektron akan tetap tinggal di sana, dan juga “pabrik” tidak bekerja memproduksi elektron. Itulah mengapa sebuah battery bisa awet dalam waktu lama jika tidak digunakan.

Biasanya Pabrik di dalam battery itu terdiri dari dua buah “batang” terminal logam yang berbeda yang masing-masing sebagai kutub (+) dan lainnya sebagai kutub (-), dan juga sebuah larutan elektrolit (bisa juga berbentuk pasta seperti odol) yang kesemuanya melakukan reaksi kimia yang menghasilkan kelebihan elektron pada salah satu kutubnya.

Reaksi ini tidaklah berlangsung terus menerus, karena lama kelamaan bahan baku pembuat “elektron” dalam reaksi kimia itu akan “habis”. Dalam situasi tersebut battery kamu sudah “soak” dan perlu di ganti.

Beberapa contoh bahan yang digunakan pada battery antara lain :

* Seng (Zn) dan Karbon (C) dengan elektrolit asa >> pada battery "biasa" yang banyak kamu gunakan.
* Seng (Zn) dan Oksida mangan (MnO) dengan elektrolit alkaline >> digunakan pada battery merek tertentu seperti Energizer.
* Hidroksi Nickel dan Cadmium dengan elektrolit Natrium hidroksida >> digunakan pada battery yg bisa bertahan lama dan bisa diisi ulang (rechargeable) 
* Lithium - iodide >> untuk battery yang lebih tahan lama
dan banyak beberapa jenis battery yang diciptakan sesuai dengan kebutuhan, termasuk battery Perak - Seng (Zn) yang ringan untuk kebutuhan wahana ruang angkasa. 
Nah kamu sudah tahu kan bagaimana cara kerja battery? 
 
(dari berbagai sumber)
Share on facebook
Follow Us