Minuman Ringan Berkarbonasi

User Rating: / 5
PoorBest 

Minuman Berkarbonasi; Definisi, Pembuatan, dan Sejarahnya.

(oleh: Feby Virlandia)

Minuman berkarbonasi (Sparkling Beverages), secara harfiah diartikan minuman yang mengandung karbonasi. Minuman berkarbonasi memiliki beberapa nama populer yang berbeda-beda, sebagai contoh, di Amerika Serikat, dikenal dengan nama soda, soda pop, pop atau tonik, di Inggris dikenal dengan fizzy drinks, di Kanada dikenal dengan Soda atau Pop saja. Di daerah Ireland, mereka menyebutnya Minerals. Sedangkan di Indonesia orang lebih mengenalnya dengan sebutan minuman bersoda.

 sd

Tetapi tahukah Anda apa sebenarnya soda itu? Air soda memiliki rumus kimia H2CO3. Untuk membuat air soda, komponen yang paling penting adalah air dan gas karbondioksida. Air soda dibuat dengan melarutkan gas karbondioksida (CO2) ke dalam air. Bila diinjeksi ke dalam air dengan tekanan tinggi, karbondioksida akan membentuk asam karbonat. Itulah sebabnya minuman ini disebut minuman berkarbonasi (carbonated beverages). Asam karbonat tersebutlah yang menyebabkan timbulnya sentuhan khas soda di mulut (mouthfeel) dan perasaan yang mengigit (bite) pada saat diminum.

Karbonasi terjadi ketika gas CO2 terlarut secara sempurna dalam air. Proses ini akan menghasilkan sensasi karbonasi "Fizz" pada air berkarbonasi dan sparkling mineral water. Hal tersebut diikuti dengan raeksi keluarnya buih (foaming) pada minuman soda yang tidak lain adalah proses pelepasan kandungan CO2 terlarut di dalam air. Menilik bahan baku dan proses pembuatannya minuman berkarbonasi tidak memiliki kandungan alkohol.

Dilihat dari nilai gizinya, minuman berkarbonasi tidaklah termasuk minuman padat gizi. Namun, meturut catatan Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS, Dosen di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan – IPB, penggunaan gula, menjadikan minuman ini sebagai penyumbang energi yang dibutuhkan tubuh.

Selain itu penambahan bahan tertentu juga memberikan sumbangan mineral yang berarti bagi tubuh. Yang menarik, mereka yang sedang berdiet rendah kalori dapat memilih minuman karbonasi rendah energi. Minuman ini menggunakan bahan pemanis sintetik sebagai pengganti gula. Sementara, konsumsi energi dalam satu hari rata-rata mencapai 2.300 – 3.800 kkal, tergantung dari umur dan banyaknya aktivitas. Sekaleng minuman ringan ukuran 240 ml mengandung sekitar 100 kkal energi. Kandungan energi inilah yang menyebabkan minuman ringan memberikan efek menyegarkan setelah melakukan pekerjaan fisik atau setelah berolah raga.

Berbicara mengenai minuman berkarbonasi tidak terlepas dari nama seorang ilmuwan Inggris yakni Joseph Priestley.Pada tahun 1770an, ia berhasil menciptakan suatu proses untuk menghasilkan air mineral berkarbonasi yaitu dengan mencampurkan air destilasi dengan gas karbondioksida (CO2).Adalah John Mervin Nooth, seorang ilmuwan Inggris lainnya yang berhasil memperbaiki hasil penemuan Priestley dan menjualnya secara komersial alat untuk memproduksi air soda yang pertama untuk digunakan di bidang farmasi.