"Mengembangkan bisnis dan membangun merek di internet dengan setengah hati hanya akan membuat pelanggan anda gagal mengenal dan membedakan situs anda", Paul Temporal - pakar merek Asia
Banner


Keluarga

Ooh-gitu Dotkom telah melaunching Games Education untuk anak-anak

User Rating: / 2
PoorBest 
Maraknya perkembangan dunia internet, tentu saja membawa dampak yang sangat berpengaruh bagi perkembangan pola asuh anak-anak. Salah satunya ketersediaan games online yang kian marak hadir dimana-mana. Dalam konteks psikologi, anak bermain games itu tidak selalu berdampak buruk bahkan dianjurkan dalam porsi yang wajar. Salah satu alasan dampak negatif itu akan terjadi apabila orang tua tidak mampu mengontrol games-games apa saja yang sedang dimainkan oleh anak-anak.
 
Untuk itu, ooh-gitu dotkom telah melaunching alternatif games untuk anak-anak yang sifatnya edukasi dan merangsang kreatifitas dan imajinasinya. Hal ini sebagai perwujudan ooh-gitu dotkom dalam mendukung program internet sehat bagi keluarga. Dampingilah selalu anak-anak setiap kali berselancar di internet. Untuk memasuki games anak-anak ooh-gitu dotkom yang sengaja dirancang khusus untuk anak-anak berbasis edukasi dan imajinasi silakan klik http://www.ooh-gitu.com/games-online-ooh-gitu-dotkom atau bisa di kilik di link sebelah kiri atas Forum ooh-gitu dan iklan baris.

Dongeng-Cerita Rakyat Malin Kundang

User Rating: / 3
PoorBest 
Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah berganti tahun, ayah Malin Kundang tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin Kundang untuk mencari nafkah. Malin Kundang termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin Kundang sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang. Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin Kundang tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin Kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang . Tetapi karena Malin Kundang terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin Kundang segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. “Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak”, ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut.

Selengkapnya

Dongeng-Kisah Aladin dan lampu ajaib

User Rating: / 2
PoorBest 
Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar, kalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir. Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. “Kraak…” tiba-tiba tanah menjadi berlubang seperti gua.

Read more...

Petani yang Baik Hati - Bag.2

User Rating: / 1
PoorBest 
Hari-hari berlalu, Burung camar kecil tumbuh semakin besar. Pak Petani sadar, Burung Camar ini tidak selamanya akan tinggal bersama dirinya. Dengan berlinang air mata, Pak Petani melepaskan Burung Camar itu agar pergi ke selatan, ke tempat yang hangat.

Suatu hari, Pak Petani terbaring sakit karena kedinginan, dia tidak punya uang untuk membeli obat, kayu bakar dan makanan.

Tok…tok…..tok……., terdengar suara dari pintu rumah Pak Petani.

Ternyata Burung Camar itu kembali, diparuhnya terdapat benih tanaman.

Pak Petani heran Burung Camar itu masih mengingatnya, dibiarkannya Burung Camar itu masuk dan memberinya minum. Sambil memandang benih yang dibawa oleh burung Camar, Pak Petani bertanya-tanya… benih apakah ini ? dapatkah aku menanamnya di tengah musim dingin ini ? tanyanya dalam hati.

Selengkapnya

Petani yang Baik Hati - Bag.1

Di suatu desa, hiduplah seorang petani yang sudah tua. Petani ini hidup seorang diri dan sangat miskin, pakaiannya penuh dengan tambalan dan rumahnya terbuat dari gubuk kayu. Musim dingin sudah tiba, Pak Petani tidak punya makanan , juga tidak mempunyai kayu bakar untuk menghangatkan diri, jadi hari ini Pak Petani hendak pergi ke pasar untuk mencari pekerjaan. Ketika keluar dari rumah, dilihatnya ada sebutir telur tergeletak diatas tanah bersalju.

Dengan hati-hati dipungutnya telur tersebut dan dibawanya ke dalam rumah. Pak Petani menyelimuti telur itu dengan kain lusuh dan meletakkannya di dalam kardus agar tetap hangat. Setelah itu dia pergi ke pasar untuk bekerja.

Selengkapnya

Tips mengatasi emosi anak yang mulai meledak

User Rating: / 3
PoorBest 
Oleh ● rendra hanggara.  Buah hati Anda suka berteriak-teriak dan mengamuk karena keinginannya tak terpenuhi? Sebagai orang tua, sebaiknya Anda tetap sabar dan tenang menyikapinya.

Mengendalikan emosi anak memang bukanlah hal yang gampang. Apalagi bila emosi tersebut diungkapkan dengan cara yang cukup mengganggu, seperti menendang,memukul, membanting mainannya, atau berteriak-teriak sambil menangis di tengah keramaian. Ungkapan emosi seperti itu umumnya disebut dengan temper tantrum. Namun, tantrum sebenarnya jangan dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Itu karena dalam periode pertumbuhan anak usia satu sampai tiga tahun,hal tersebut dianggap normal.

Seiring dengan bertambahnya usia anak, biasanya dia mulai membangun rasa percaya diri dan belajar mengenal orang lain, objek, atau dirinya sendiri. Dia ingin belajar mandiri untuk mengekspresikan diri dan menguasai lingkungan di sekitarnya lebih dari yang sebenarnya mampu dia atasi. Kekeliruan dalam menyikapi tantrum, Anda akan kehilangan satu kesempatan baik untuk mengajarkan anak tentang bagaimana caranya bereaksi terhadap emosi-emosi yang normal (marah, frustrasi, takut,jengkel,dan sebagainya) secara wajar.

Selengkapnya

Ibu harus mau diganggu...!!

User Rating: / 1
PoorBest 
Seorang dokter yg bertugas di sebuah desa sedang berkeliling ke rumah warga lalu mampir di rumah seorang petani, ia terkesan oleh kepandaian dan sikap ramah dari anak si petani yg menyambut kedatangannya. Usianya kira-kira 5th, sang dokter penasaran mengapa anak itu begitu ramah. Tak lama ia menemukan jawabannya, tatkala ibu anak itu tengah sibuk di dapur mencuci piring-piring dan perkakas dapur yg kotor, si anak datang kepadanya dengan membawa sebuah majalah 

"Bu, apa yg sedang dilakukan pria dalam foto ini?", tanyanya. 

Sang dokter tersenyum kagum ketika melihat ibu anak itu segera mengeringkan tangannya, duduk di kursi, memangku anak itu dan menghabiskan waktu selama sepuluh menit utk menerangkan serta menjawab berbagai pertanyaan buah hatinya.    

Selengkapnya

Persiapan mengecat dinding.

User Rating: / 2
PoorBest 

Jangan salah lho,.. urusan mengecat dinding itu bukan hanya sekedar mengecat saja. Bisa-bisa hasilnya tidak maksimal dan bahkan menjadi sia-sia mutunya. Berikut persiapan-persiapan yang harus kita lakukan sebelum mulai pengecatan.

Persiapan permukaan. Hasil pengecatan sangat tergantung dari persiapan permukaan media yang akan dicat. Persiapan yang benar akan membuat pekerjaan pengecatan lebih mudah dan cepat, memberikan hasil akhir yang terbaik dan lapisan cat jadi tahan lebih lama.

Selengkapnya

Merubah mindset cita-cita pengusaha untuk anak-anak.

User Rating: / 1
PoorBest 

Oleh : Dolly Deseka Tishvara.

Kalau kita boleh survey mengenai cita-cita anak-anak kita, 98% pasti tidak jauh-jauh dari dokter, insinyur, guru, pilot dan beberapa profesi yang mudah dilihat pada saat itu. Tapi berapa banyak yang memikirkan bahwa menjadi pengusaha itu menjadi cita-cita termasuk anak-anak anda yang suda duduk dibangku perguruan tinggi. So, midnset bahwa menjadi pengusaha itu pasti butuh modal besar, alat-alat, kantor dan 
lain-lain itulah yang membelenggu niatan jadi pengusaha menjadi kecil. Banyak cara menjadikan mindet itu berubah dan ini sudah harus dilakukan sejak kecil. Ada salah satu sekolah di Jakarta, yakni SDIT Insan Mandiri telah memberikan satu peluang penanaman pikiran bagi anak-anak menjadi "businesman" melalui proram "Market Day". Sangat lucu, unik dan cerdas bagaimana Sekolah ini mampu mengemas Market Day sebagai pengenalan anak-anak ke dunia wiraswasta. Mau tahu caranya..?

Selengkapnya

More Articles...
Share on facebook
Follow Us
Banner
Banner
Hit Kunjungan
730827
Hari ini129
Kemarin114
Minggu ini129
Total Kunjungan730827
Dollar Income..!!!
Powered by