"Segala sesuatu adalah sulit sebelum akhirnya menjadi mudah" - Thomas Fuller (1608-1661), penulis Inggris
Banner


Dongeng-Gaga Sok Pamer

User Rating: / 1
PoorBest 

Oleh : Kak Andi Yudha

Seekor gajah sedang berjalan dengan pongahnya. Bummm ... bummmm... bummmm... begitu suara langkahnya menghentak tanah. Ia memang sedang memamerkan tubuhnya yang besar dan kuat kepada hewan-hewan lainnya. Ia pikir hewan lain akan kagum padanya. "Hentikan langkahmu yang memekakkan telinga itu, Gaga..!! seru Landi Landak. Kamu hampir menghancurkan rumahku, Gaga..!, teriak Mutam si Semut Hitam sambil merayap ke muka Gaga.
Gaga jadi marah mendengar kata-kata Landi dan Mutam.  Whuusss... ia mengibaskan Mutam dengan belalainya. Mutam sampai jatuh di rerumputan. "Kamu ini sombong sekali Gaga..!", cetus Bugak Burung Gagak. "Iya, kamu seharusnya minta maaf kepadaku karena sudah mengganggu tidurku", tambah Kija Kijang.

 

"Kalian memang iri kepadaku khan..??" cemooh Gaga sambil menyerngai,  mengejek. "Bukan iri. Kami ingin kamu mengerti kalau kami tidak suka dengan sikapmu yang sok pamer itu." ujar Bugak berani. Bukannya diam, Gaga malah marah. Dengan kesal, ia meninggalkan hewan-hewan di dekatnya. Ia meninggalkan hewan-hewan di dekatnya. Ia menghentakkan kaki sekeras-kerasnya ke tanah. Bumm... bumm...bummm..... semua hewan menutup telinga mereka rapat-rapat. Gaga tertawa senang.