Merubah mindset cita-cita pengusaha untuk anak-anak.

User Rating: / 1
PoorBest 

Oleh : Dolly Deseka Tishvara.

Kalau kita boleh survey mengenai cita-cita anak-anak kita, 98% pasti tidak jauh-jauh dari dokter, insinyur, guru, pilot dan beberapa profesi yang mudah dilihat pada saat itu. Tapi berapa banyak yang memikirkan bahwa menjadi pengusaha itu menjadi cita-cita termasuk anak-anak anda yang suda duduk dibangku perguruan tinggi. So, midnset bahwa menjadi pengusaha itu pasti butuh modal besar, alat-alat, kantor dan 
lain-lain itulah yang membelenggu niatan jadi pengusaha menjadi kecil. Banyak cara menjadikan mindet itu berubah dan ini sudah harus dilakukan sejak kecil. Ada salah satu sekolah di Jakarta, yakni SDIT Insan Mandiri telah memberikan satu peluang penanaman pikiran bagi anak-anak menjadi "businesman" melalui proram "Market Day". Sangat lucu, unik dan cerdas bagaimana Sekolah ini mampu mengemas Market Day sebagai pengenalan anak-anak ke dunia wiraswasta. Mau tahu caranya..?

 

Caranya adalah setiap hari Jum'at semua anak-anak kelas 1 - 6 boleh membawa barang jualan seperti roti, kue, biscuit, stiker-stikeran, accesories jepit rambut atau fancy accessories dan lain-lain. Modalnya sih nga terlalu besar cukup antara Rp 10 ribu-25 ribu dan mereka menjual dengan harga satuan Rp 1000 - Rp 2500,-. Namun ada sisi menarik yang bisa dipelajari dari program ini, yakni bagaimana anak-anak sejak kelas 1 sudah dibiasakan berinteraksi dan pro aktif. Mengatur strategi apa yang harus dijual pekan ini dengan pekan berikutnya anak-anak sendiri yang menentukan. Selain itu mereka juga jadi mempelajari aplikasi matematika praktis secara tidak langsung. Mindset yang tertanam dalam program ini 
akan berdampak pada "Mental berdagang" sejak usia dini dan mungkin akan terbawa pada dewasa kelak. Saya kira mental jadi pengusaha itu memang harus sejak usia dini sama dengan mencetak pemain profesioanal bola yang handal.


Kembali lagi ke masalah modal, bagaimana harus mulai dan tidak terlalu beresiko besar...? Salah satu triknya adalah, generasi saat ini harus menguasai dunia internet karena sudah diakui oleh pebisnis manapun bahwa internet sangat memegang peranan besar di saat ini apalagi masa depan. Survey dari Mark Plus di 2010 yang lalu telah menyatakan bahwa 1 dari 3 anggota keluarga telah terhubung internet di 5 kota besar Indonesia. Itu artinya kecepatan pertumbuhan internet sudah melampaui batas kepemilikan Hand phone. Lalu bagaimana cara menguasai teknologi dan dunia internet..? Apakah harus sekolah IT..? Apakah harus bisa menguasai bahasa pemrograman? Tidak perlu.. sekolah apapun sebetulnya tools untuk membuat web seprofesional kaskus atau detik pun sudah ada. Kita tinggal setup di komputer kita dan langsung bisa di customize secara instan seperti anda melakukan perubahan template di powerpoint. Banyak cara untuk bisa mengetahui trik aplikasi software web yang siap pakai ini.

 

Salah satunya adalah mengikuti kursus atau training web secara instan yang seperti diadakan oleh ooh-gitu.com. Di sini anda bisa mempelajari software siap pakai dan bisa di ubah tampilan sesuka anda termasuk features yang diinginkan. Wow... ternyata menjadi pengusaha dotkom itu ngga susah ya jaman sekarang ini. Hanya modal kurang dari Rp 500 ribu saja sudah bisa portal yang smart dan kelihatan profesional. Mumpung belum ada regulasi pendirian dotkom harus melalui ijin yang berbelit-belit itulah yang menajdi peluang untuk anda segera memulai. Bayangkan, di era detik atau astaga dotkom yang terkenal di awal 2000-an harus bermodal milyaran baik infrastruktur maupun SDM. Tapi sekarang bikin portal sudah bukan lagi didominasi oleh pemodal besar, namun anda pun bisa menggenggam dunia maya tanpa harus memiliki Badan Hukum Usaha. Ingin bikin sensasi terkenal seperti Wikileaks pun juga bisa.. mau punya koran online pun juga bisa kok. (Penulis adalah pendiri ooh-gitu.com)