"Buatlah diri anda berguna bagi orang lain." Ralp W Emerson (1803-1882) pujangga dan dosen asal AS
KLIK SINI...!
Download software proteksi situs porno. GRATIS!
Cegahlah internet anak anda di rumah dengan download software ini.
Banner


Sikat gigi yang ideal buat anak

User Rating: / 1
PoorBest 

Kini banyak beredar aneka bentuk sikat gigi untuk anak-anak. Sebenarnya, yang paling bagus yang mana, sih? Sikat gigi, siapa yang tak kenal dengan benda ini. Setelah bangun tidur dan sebelum pergi tidur, benda bergagang dan berbulu ini akan setia "menyapu" kotoran yang menempel di gigi dan rongga mulut. Karena fungsinya yang sangat penting inilah, kita semua membutuhkannya. Para produsen, bahkan berlomba-lomba menciptakan sikat gigi yang baik buat anak.

Ada yang menciptakan sikat dengan gagang melengkung, ada juga yang dengan bulu sikat berbentuk zigzag, atau naik turun seperti gergaji. Kepala sikatnya pun bermacam-macam, ada yang mengecil, membundar, dan ada yang datar. Bahkan ada juga yang kepala sikatnya memang berbentuk bulat agar bisa dioperasikan dengan tenaga elektrik.

Semua bentuk inovasi dan modifikasi dalam sikat gigi ini, menurut drg. Widijanto Sudhana, M.Kes., patut dihargai. Itu menandakan kepedulian para produsen sikat gigi terhadap kualitas barang yang diproduksinya.
"Dengan produk yang menarik dan berkualitas, diharapkan masyarakat, termasuk anak-anak, bisa terpacu untuk memelihara kesehatan gigi dan gusinya." Sikat gigi elektrik misalnya, yang kini sedang dipromosikan secara luas, sebenarnya sudah diciptakan mulai tahun 70-an di Eropa dan Amerika. Hanya saja saat itu promosi dan penggunaannya masih terbatas, karena harganya yang mahal dan sejumlah kekurangan yang dimilikinya. Salah satunya, bulu sikatnya yang masih terasa kasar. Seiring dengan perkembangan teknologi, kualitas sikat gigi ini pun semakin meningkat. Begitu juga tingkat ekonomi masyarakat, tak heran bila kini sikat gigi tersebut banyak "dilirik" konsumen.

MEMILIH SIKAT GIGI

Sikat gigi dikatakan ideal bila memenuhi beberapa syarat, yaitu:

* Ukuran sikat harus mampu menelusuri bagian-bagian dalam mulut sampai gigi bagian belakang. Untuk anak, karena ukuran rongga mulutnya sangatlah kecil, maka sebaiknya bentuk kepala sikatnya juga kecil dan
pipih, sehingga bisa menjangkau lorong gigi anak yang sangat sempit.

Kemudian, bulu sikat hendaknya lembut, tapi kuat. Bila ada anggapan bahwa bulu sikat yang kasar atau kaku dianggap lebih efektif membersihkan kotoran dan plak ketimbang bulu sikat yang halus, itu tidak benar.

* Bulu sikat gigi yang kasar bisa menyebabkan kerusakan gusi, terutama gusi yang berbatasan langsung dengan gigi atau yang lazim disebut dengan leher gigi. "Leher gigi ini sangat sensitif terhadap gesekan-gesekan mekanis. Jadi, jika gigi disikat terlalu kasar, bisa jadi leher gigi anak cepat rusak. Dampaknya, bisa menyebabkan infeksi dan kelainan gusi." Gusi yang rusak membuat umur gigi tidak berumur panjang. Gigi akan mudah goyang dan akhirnya satu per-satu akan tanggal terkena infeksi. Gusi ibarat pondasi sebuah bangunan. Sementara gigi adalah bangunannya. Jadi, meski bangunan tersebut dibuat dari bahan yang kuat dan berkualitas, tidak akan ada artinya jika pondasinya sendiri keropos.

Pondasi yang kuat juga akan sia-sia jika bangunan yang dibuat tidak kokoh. Jadi, baik gigi maupun gusi harus sama-sama saling menguatkan. "Itulah mengapa, penggunaan sikat gigi yang benar berkaitan dengan pencegahan kerusakan gigi dalam jangka panjang." Tidak hanya itu, email gigi yang terletak di leher gigi pun bakalan ikut rusak. Penipisan email gigi ini akan menyebabkan gigi kerap mengalami gangguan, seperti ngilu dan nyeri. Hal ini terjadi karena rusaknya email turut merusak pelindung syaraf gigi. Jika tidak ditangani secara serius, lambat laun gigi akan membusuk dan tanggal. Menurut staf pengajar di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jakarta ini, masalahnya kebiasaan menggunakan sikat gigi berbulu kaku itu akan terbawa pula hingga anak dewasa.

* Sikat gigi harus mampu memijat gusi. Gusi merupakan jaringan lunak yang harus dijaga kekuatan dan kebersihannya. Itulah mengapa, kita sebaiknya menjaga peredaran darah di gusi tetap lancar. Caranya, dengan melakukan pemijatan di areal gusi lewat sikat berbulu lembut tadi. "Dengan pemijatan teratur setiap hari, maka otot-otot dan peredaran darah di gusi menjadi semakin lancar. Gusi pun menjadi kuat," tambah kandidat doktor di Universitas Airlangga Surabaya ini.

* Sikat gigi standar yang banyak beredar di pasaran dengan bulu yang rata, tangkai yang lurus, dan kepala yang lancip juga mampu berperan optimal dalam membersihkan kotoran dan plak di dalam gigi. Bentuk seperti ini juga mudah digunakan dan dikendalikan saat menyikat.

Yang terpenting, lanjut Widijanto, ukuran dan bulu sikat sesuai standar. "Namun, bentuk kepala sikat, tangkai, maupun bulunya, tidak akan berarti jika kita tidak tahu cara menggosok gigi yang baik dan benar."

KAPAN GANTI SIKAT GIGI

Sikat gigi harus diganti di antaranya bila bulu sikat rontok, rusak atau melebar sehingga tidak nyaman atau tidak efektif lagi digunakan sebagai sikat gigi. Jika pemakaiannya dilakukan dengan baik, tidak kasar, maka umur sikat gigi biasanya bisa panjang. Tapi jika penggunaannya sembarangan, umurnya pun biasanya relatif pendek. Ada beberapa sikat gigi dengan merek tertentu menggunakan helm sebagai pelindung kepala sikatnya. Hal ini jelas cukup berdampak positif, karena dengan helm tersebut, kebersihan sikat gigi bisa lebih terjamin.

"Namun kalau tak pakai helm pun tak apa. Jika kita ragu pada kebersihan sikat gigi, kita bisa mencucinya terlebih dahulu dengan menggunakan air yang bersih." Selain itu, usahakan agar setiap anak memiliki sikat gigi masing-masing. Jangan pernah memakai sikat gigi orang lain. "Karena pemakaian sikat bersama bisa menyebabkan penularan penyakit, seperti flu, hepatitis, TBC."

KEUNGGULAN SIKAT GIGI ELEKTRIK

1. Gerakan sikat yang memutar

Gerakan sikat yang otomatis memutar efektif dalam membersihkan kotoran dan plak pada gigi. Jika pengguna meletakkan sikat tersebut dengan benar, tidak hanya gigi saja yang dibuat bersih, getaran-getaran (vibration) yang diakibatkan oleh sikat juga membuat gusi ikut terpijat olehnya.

2. Bentuk kepala sikat yang kecil

Bentuk kepala sikat seperti ini membuat kotoran yang berada di rongga mulut yang sempit dan sulit dijangkau bisa dibersihkan.

3. Adanya semprotan air

Semprotan air ini juga sangat membantu untuk mengeluarkan kotoran-kotoran yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.

4. Tidak perlu tenaga banyak

Dengan bantuan tenaga baterai, sikat gigi ini jelas lebih nyaman digunakan karena tidak memerlukan tenaga yang cukup banyak kala menyikat gigi.

"Jadi, tidaklah salah jika mereka mengklaim bisa membersihkan kotoran dan plak hingga 80%. Namun harganya juga tak murah," komentar Widijanto.

AJARKAN SIKAT GIGI SEJAK DINI

Yang jelas, seperti dikatakan Widijanto, anak harus dikenalkan pada sikat gigi sejak gigi susunya mulai tumbuh. "Meski masa tumbuh gigi pada setiap anak bervariasi, tapi biasanya saat usianya menginjak 2,5 atau 3 tahun, gigi susunya yang berjumlah 20 sudah tumbuh lengkap. Saat itulah anak sudah bisa diperkenalkan dengan sikat gigi mini yang lembut dan cocok baginya."

Namun sebuah riset mengatakan, mengajarkan anak menggosok gigi sama halnya dengan mengajarkan mandi. Sejak bayi dilahirkan, ia harus mandi secara rutin dan teratur. Jadi, menggosok gigi juga harus sudah dimulai saat bayi keluar dari rahim sang ibu. "Meskipun saat itu bayi belum mengonsumsi makanan padat, tapi setelah menyusui, tetap saja gusinya harus dibersihkan."

Memang, membersihkan gusi di usia bayi berbeda dengan orang dewasa. Membersihkan gusi pada bayi cukup dengan kain kasa bersih yang sudah dicelupkan ke air yang matang, lalu digosokkan pada gusi sang bayi. Akhiri dengan proses pembilasan lewat pemberian air mineral pada sang bayi.

Jika tindakan tersebut dilakukan secara terus-menerus, maka tindakan tersebut akan menetap dan menjadi kebiasaan. "Kebiasaan itulah yang menyebabkan anak terkondisikan agar giginya senantiasa bersih. Yang terpenting adalah instingnya yang kita asah. Dengan cara ini, secara naluriah anak akan merasa tidak enak jika sesudah bangun pagi atau sebelum tidur tidak menggosok gigi." Rutinitas ini juga akan membantu anak untuk bisa menyikat gigi dengan baik dan benar, yaitu gigi bersih dan bebas dari kotoran serta plak. Disamping itu, proses pembersihannya tidak merusak gusi atau email gigi.

Kemampuan anak untuk menyikat dengan baik dan benar sangatlah relatif, tergantung bagaimana peran orang tua ataupun guru dalam mengajarkannya. "Jadi, orang dewasa pun harus tahu terlebih dahulu bagaimana menyikat gigi yang baik dan benar tersebut." Penting diperhatikan, hingga anak berusia lima tahun, orang tua harus tetap mengawasi aktivitasnya saat menyikat gigi. Sebabnya, hingga usia ini anak belum bisa melakukannya dengan baik dan benar. "Namun, bukan berarti orang tua mesti membantu menggosok gigi anaknya terus-menerus. Biarkan anak menggosok gigi sendiri sembari diawasi orang tua."

AGAR ANAK SUKA MENGGOSOK GIGI

Berikut tips dari Widijanto agar anak suka menyikat gigi:

1. Libatkan anak saat membeli sikat dan pasta gigi kesukaannya. Sesuaikan ukuran sikat dengan ukuran rongga mulut anak.

2. Carilah pasta gigi yang aman buat anak. Banyak pasta gigi dengan rasa buah-buahan, yang mengandung bahan yang aman jika tertelan si kecil.

3. Agar anak bisa melihat dirinya saat menggosok gigi, pasang cermin di kamar mandi.

4. Siapkan segelas air hangat untuk berkumur-kumur. Ada beberapa anak yang cepat merasa ngilu dengan air dingin. Menurut Widijanto, sebenarnya fenomena berkumur selepas sikat gigi masih menjadi kontroversi. Pihak yang yang tidak setuju beralasan, jika setelah menyikat gigi cepat-cepat berkumur maka efektivitas fluor menjadi berkurang. Pasalnya, kandungan fluor yang terdapat pada pasta gigi dan menempel pada gigi saat disikat, akan mudah tersapu kembali oleh air saat berkumur. "Saya berpendapat, sebaiknya anak hanya berkumur sekali saja, tidak usah berkali-kali agar fluor masih bisa menempel di gigi."

Obat kumur sebenarnya hanya menjadi pelengkap setelah bersikat gigi sebagai alternatif penyegar mulut. Jadi, membersihkan gigi tidak bisa digantikan dengan obat kumur.

5. Sediakan handuk yang dapat digunakan untuk membersihkan bibir setelah menyikat gigi.

6. Berikan pujian padanya setelah "menyelesaikan tugas tersebut". Hal ini akan membuatnya ingin melakukan kegiatan sikat gigi.

CARA MEMBERSIHKAN GIGI YANG BENAR

Inilah langkah-langkah yang diberikan Widijanto:

1. Usahakan air yang digunakan untuk menggosok gigi benar-benar bersih.

2. Gerakan yang benar saat menggosok adalah dengan rumus FRTW (From Red To White). Artinya, gerakan menyikat mulai dari gusi yang berwarna merah ke gigi yang berwarna putih. Gerakan diusahakan bergerak ke satu arah, dari atas ke bawah untuk gigi atas atau sebaliknya untuk gigi bagian bawah. Gerakan dua arah menyebabkan kotoran yang tersapu akan balik kembali.

3. Buatlah gerakan seolah-olah mengeluarkan kotoran dari sela-sela gigi. Gosoklah semua permukaan gigi, mulai dari gigi bagian luar, tengah, dan bagian dalam.

4. Jangan lupa, gosok pula gusi secara lembut dengan sikat.

5. Gunakan cermin sebagai alat bantu saat menggosok gigi. Jika hanya mengandalkan perasaan dan kebiasaan saja, sulit untuk mencapai hasil yang optimal.

6. Lidah tidak perlu dibersihkan oleh sikat. Lidah memiliki mekanisme pembersihan tersendiri. Secara otomatis, jaringan-jaringan lunak yang ada di lidah akan berganti setiap harinya. Ibarat kulit manusia yang selalu mengalami pergantian dalam waktu tertentu. Lidah juga bukan tempat bersarangnya plak atau kuman. Kecuali jika lidah tersebut terluka, kuman dan bakteri bisa masuk ke dalamnya. "Jika pun ada bintil-bintil putih di lidah, itu bukanlah kotoran, melainkan warna lidah memang seperti itu."

Banner
Share on facebook
Follow Us
Banner
Banner
Hit Kunjungan
381974
Hari ini240
Kemarin380
Minggu ini1440
Total Kunjungan381974
Dollar Income..!!!
Powered by