"Kapan pun ada pekerjaan berat, saya tugasi seorang pemalas untuk melakukannya. Sebab dia pasti akan mencari cara termudah untuk menyelesaikannya." Walter Chrysler, pendiri Chrysler Corp
Home Ruang Publik Info Publik Ayo dukung Dahlan Iskan jadi CEO PT KAI
Banner


Ayo dukung Dahlan Iskan jadi CEO PT KAI

User Rating: / 8
PoorBest 
Oleh : Dolly Deseka Tishvara. Sebuah guyonan makan siang di pantry kantor, banyak teman-teman  sangat terkejut dan heran dengan topik ini. Betapa tidak,  di saat euphoria public yang sangat mendambakan pimpinan nasional ideal, Dahlan Iskan memang banyak di gadang-gadang menjadi calon presiden independen 2014. Pertanyaan teman saya, terlalu muluk kah atau bukankah sebuah penghinaan seorang Menteri BUMN kok malah diorbitkan turun menjadi Direktur salah satu BUMN dibawah jabatan beliau saat ini? Bukankah seharusnya seorang Dahlan Iskan malah harus di dorong menjadi Calon Presiden..?
Apa sih yang mendorong wacana beliau kok malah di dorong menjadi pimpinan PT KAI yang menjadi sorotan masyarakat terkait beberapa kebijakan transportasi massalnya? Secara pribadi saya memang sangat ‘nyandu’ alias maniak dengan jenis transportasi ini sejak kecil.  Selalu membayangkan kapan perkereta-apian republik ini  bisa seperti negara maju, bahkan dengan negara tetangga sekalipun. Tatkala Malaysia, Thailand dan Philipina mencanangkan kereta api sebagai moda tarnsportasi unggulan, republik ini malah jalan di tempat. Kalaupun ada tidak terlalu signifikan satu atau dua wacana tapi selalu tenggelam dengan keriuhan wacana-wacana yang mirip impian negeri dongeng. 
 
Kembali lagi ke PT KAI, 1 tahun belakangan ini bahkan tatkala Dahlan Iskan digeser menjadi Menteri BUMN semangat saya untuk mencintai kereta lebih dalam lagi mulai terusik. Tengoklah kebijakan konsep rute KRL dan perubahan-perubahan fisik setasiun kereta api Jabotabek. Tergelitik mengapa banyak orang yang menghujat kebijakan rute baru di awal implementasi..? Saya memang pernah merasakan jengkelnya ‘nunggu kereta’ bagaikan menunggu godot. Tapi wahai  KRL Mania, tidak adalah system yang sempurna di awal-awal implementasi, tidak ada orang sepintar apapun yang mampu mengimplementasi system baru secara sempurna. Toh belakangan ini, masyarakat perlahan tapi pasti telah menerima kebijakan ini dengan baik. Konteks keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat dan semua setasiun menjadi latarbelakang kebijakan. Salah satu kebijakan yang sangat cerdas menurut saya adalah dimana KRL AC dan KRL ekonomi dianggap sama dalam hal waktu tempuh dalam siapa yang harus duluan ‘nyampe’ tujuan..?? Menjadikan KRL AC dan Ekonomi tidak perlu saling salip menyalip telah menjadikan saya tertarik kembali naik kereta api sepulang kantor setelah beberapa tahun vakum naik KRL. Ditambah lagi manajemen penyederhanaan rute kereta yang tidak perlu dibuat rumit.
 
So, sekarang kenapa sih kok saya malah mendorong Dahlan Iskan turun menjadi Dirut PT KAI..? Dari kacamata makro,  kereta api mendorong kemajuan ekonomi dan kereta api itu adalah represantasi sebuah kemajuan martabat bangsa. That's why, seumpama saja Dahlan Iskan mau menjadi Bosnya PT KAI. Secara organisasi memang bukanlah ukuran beliau lagi, namun demi sebuah martabat bangsa ini wacana ini akan menjadi sebuah visi yang sangat strategis bagi bangsa ini yang sudah penuh dengan ‘intrik politik’ yang kotor. Tengoklah, dengan kebijakan baru KRL baru-baru ini, telah mampu mendongkrak pertumbuhan penumpang 400 ribu per hari dibanding kebijiakan lama. Tidak hanya sampai di situ…. Saya sudah berkali kali naik KRL lagi sejak kebijakan baru dan hasilnya 95% akurasi jadwalnya sangat luar biasa. Kalaupun ada keterlambatan bukanlah karena system, tapi karena kerusakan kereta. Dibilang jam 18:25 ya memang benar-benar jam segitu berangkatnya..!! Bahkan dengan sidaknya Dahlan Iskan pernah berujar ‘maunya saya sih headway KRL 3 menit..’ tapi beliau kasihan dengan pengguna jalan raya bisa-bisa palang pintu tidak pernah dibuka he..he.he.. Terakhir, pengalaman saya mengantar anak istri berlibur ke Solo dengan menggunakan kereta api, saya merasa kagum dan berdecak atas jadwal keberangkatan. Teng ‘jam 8:00 pagi sesuai dengan yang tertera di tiket KA sudah jalan. Dan ini saya lihat sendiri dan alami sendiri. Boleh jadi, carut marut jadwal pesawat yang saat ini menjadi ‘jam karet’ pasti akan iri dengan keberhasilan PT KAI menjalankan misinya. Soal reservasi tiket, saya lihat secara system sudah ada perbaikan di gerbang loket yakni dengan model pengisian form termasuk adanya penulisan nama di tiket kereta api. Ada satu keajaiban selama saya naik KRL AC, tidak ada satupun selama saya naik ada orang makan dan minum selama perjalanan..!! Antusias masyarakat dengan kenyamanan sudah lama tidak dirasakan.
 
Beberapa hari setelah sidak beliau, saya dikejutkan dengan sebuah spanduk “Mulai Januari 2012 sudah tidak adalagi penumpang di atas kereta lagi.” Ini adalah angin segar dari seorang Dahlan Iskan walaupun Cuma sehari ‘nongkrongin’ kereta sudah terbit kebijkan yang sangat ‘manusiawi’. Kereta AC pun tatkala saya lihat di jam 20:30 masih penuh dengan penumpang dan ini menjadikan hati saya berbunga-bunga. Kebijakan rute baru dan menjadikan kereta api sebagai lokomotif ekonomi telah mendekati kenyataan. Bayangkan, dengan penambahan 400 ribu penumpang per hari bukan lah angka yang sedikit. Bila kita konversikan ke mobil pribadi atau motor, berapa KM macetnya jalan?
 
Sebuah catatan yang lain, adanya petugas kebersihan berseragam di KRL Ekonomi serta adanya TV informasi yang mirip dengan suasana bandara yang berisi jadwal pemberangkatan kereta api. Bangku-bangku setasiun yang dulunya jadul bahkan terkesan seadanya mulai tergantikan dengan kursi minimalis yang cukup cantik di setasiun Gambir.  Terlepas siapapun di belakang ini saya ucapkan salut dan jempol bagi jajaran manajemen baru PT KAI sekarang ini. 
Bukanlah impian kalau kita ingin menikmati kereta seperti negara tetangga asalkan Dahlan Iskan mau menurut  kemauan saya untuk maju menjadi Dirut PT KAI. Mengapa harus beliau, karena dialah yang mampu ‘mengacak-ngacak’ organisasi dan mendorong sebuah entity bisnis negara sekencang kereta Argo. Dengan kemampuan mengorganisir dan ‘mau berbecek ria’ serta kemampuan lobi beliau di hadapan presiden akan menjadikan moda transportasi kereta menjadi prioritas nasional dan kucuran APBN untuk kereta api akan lebih banyak lagi. 
Ayo dukung Dahlan Iskan for CEO PT KAI 2012….. (ngga usah nunggu 2014 untuk merubah negara ini menjadi bermartabat). Selamat dan bravo PT KAI… saya akan selalu menikmati jadwal yang tepat waktu dan kereta Commuter yang selalu bersih.  Ayo teman-teman… mari naik kereta untuk Jakarta yang bebas macet.
 
(penulis adalah co-founder ooh-gitu.com dan pemerhati kebijakan KRL serta maniak kereta) 
Share on facebook
Follow Us
Banner
Banner
Dollar Income..!!!
Powered by