"Ajarkan sesuatu dengan contoh, dengan tindakan yang bisa dilihat anak. Semisal orang tua mengajarkan disiplin dalam bertingkah laku." Seto Mulyadi - Komnas Perlindungan Anak
Banner


Kembangkan Soft Skill, Tingkatkan Potensi

Melalui sistem pendidikan yang unik dan seimbang, PPM School of Management menciptakan calon pemimpin bisnis terdidik yang tangguh, berkualitas dan andal. Di tengah ketatnya persaingan kerja saat ini, kemampuan intelektual tidak menjadi satu-satunya penentu kesuksesan memenangi persaingan. Faktor lain yang tak kalah penting adalah keunggulan soft skill yang dimiliki oleh seseorang.  Karyawan yang memiliki soft skill yang seimbang dengan hard skill yang dimiliki, akan dapat menggunakan pemikiran intelektual dan emosinya sesuai dengan yang dibutuhkan pekerjaan,sehingga karyawan tersebut dapat berprestasi unggul dalam bekerja. Bahkan dari survei yang dilakukan beberapa ahli terungkap bahwa soft skill seseorang lebih menentukan keberhasilannya dalam karir dan kehidupan dibanding hard skill yang dimilikinya. 

Seseorang yang memiliki soft skill yang baik akan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk berhasil dalam pekerjaannya dibanding dengan orang yang menguasai keterampilan teknis tetapi soft skill-nya rendah. Sebagai pencetak calon pemimpin bisnis yang tangguh, berkualitas dan andal, PPM School of Management, Jakarta menyadari pentingnya pengembangan soft skill dan attitudeyang baik.Tak sekadar smart and resilient young manager,lulusan PPM School of Management diharapkan pula menjadi pribadi yang beretika, luwes dalam berkomunikasi dan peduli pada lingkungan sekitar. 

Ketua Program Studi Sarjana Manajemen Bisnis PPM Aries Heru Prasetyo mengungkapkan, sejak dibuka program studi S1 pada tahun 2005, PPM School of Management telah menerapkan pengembangan soft skill. “Ada empat komponen yang menjadi target pengembangan soft skill di PPM School of Management, yakni leadership (memimpin), passion for growth (keinginan untuk bertumbuh), interpersonal relationship (hubungan dengan orang dan lingkungan), dan communication (kemampuan berkomunikasi. Inilah yang membuat Program Studi Sarjana Manajemen Bisnis PPM jadi lebih istimewa,” ungkapnya. 

Oleh karena itu, lanjut Aries, sejak masuk di Sekolah Tinggi Manajemen PPM, mahasiswa telah diarahkan untuk membuat sebuah komitmen kecil yang berdampak pada perbaikan kualitas hidupnya Komitmen yang mereka buat tersebut harus dipatuhi dan jalankan dengan sungguhsungguh. “Dengan membuat komitmen tersebut,mahasiswa telah berusaha memimpin dirinya sendiri dan untuk terus bertumbuh ke arah yang lebih baik,”imbuh Aries. Hal senada juga diungkapkan Wahyu T. Setyobudi, Faculty Member PPM School of Management.

“Jika mahasiswa merasa terhambat dengan beban psikologis yang dialaminya, PPM School of Management menyediakan psikolog yang siap membantu menyelesaikan masalahnya sekaligus memetakan kekuatan dimensi personal,”jelas Wahyu. Setelah mengetahui kekuatan personalnya, mahasiswa mengikuti program mentoring dalam sebuah kelompok khusus. Dalam kelompok kecil ini, mahasiswa diajak lebih apresiatif dan membina hubungan lebih dekat dengan teman sekelompoknya.

“Pada kelompok kecil ini pula mahasiswa akan dipertemukan dengan ‘Buddy’ atau sahabat yang telah ditunjuk oleh mentor kelompok tersebut. Dua orang yang dipasangkan tersebut harus berupaya menjadi sahabat sesunguhnya. Jadi di sinilah interpersonal relationship mahasiswa berkembang,”kata Wahyu. 

Sedangkan fungsi mentor, Aries menambahkan,bertugas memantau sekaligus mempelajari karakter,mencermati kelemahan dan kekuatan masingmasing individu dalam kelompok itu. Mentor yang menemani kelompok kecil itu adalah dosen dan staf PPM School of Management yang peduli dengan pengembangan soft skill mahasiswanya. 

Community Development 

Seiring dengan meningkatnya jenjang studi mereka, kelompok mentoring tersebut dilebih menjadi sebuah group besar. Dalam group besar ini, kata Aries, mahasiswa akan diberi tugas untuk melakukan pengembangan kreativitas kelompok. Pada group tersebut mereka berupaya tumbuh bersama dengan membuat sebuah event berdasarkan kesepakatan bersama. 

“Melalui group ini ide-ide kreatif mereka keluar, bahkan seringkali kami para mentor berdecak kagum dengan ideide emas mereka.Seperti pada 14 Juni lalu, mereka telah menggelar ‘Roso Jowo Food Festival’ dan ‘Youth Got Jazz’ pada 23 Juni lalu, mereka berhasil mendatangkan pelbagai kuliner Jawa dan musisi jazz ternama,diantaranya Barry Likumahua dan Sandy Winarta. Pada 3 Juli nanti, mereka juga akan mengadakan Fixed Green yang diikuti berbagai klub sepeda Fixie,” papar Aries. 

Setelah mengelar kegiatan group,Wahyu menambahkan, para mahasiswa kembali disatukan dalam satu kelas untuk menjalankan tugas Community Development. Dengan mengambil tema pendampingan kewirausahaan dan pendidikan akademi di masyarakat, mahasiswa PPM School of Management diminta untuk membantu pemberdayaan masyarakat di tiga wilayah, yakni Cikini, Menteng, dan Pejambon. Dalam Community Development ini, mahasiswa dengan didampingi mentor selama dua minggu melakukan identifikasi kebutuhan di tiga wilayah tersebut. 

Serelah mengetahui kebutuhannya, para mahasiswa pun membuat program singkat untuk membantu pemberdayaan masyarakat di tempat tersebut. “Kegiatan ini berlangsung satu bulan. Pada masa akhir program, tiap komunitas yang dibantu nahasiswa akan melakukan pameran untuk memamerkan hasil dari Community Development,”ungkap Wahyu. 

Dengan program pengembangan soft skill yang dilakukan sejak awal, Aries dan Wahyu berharap lulus PPM School of Management tidak hanya memiliki hard skill namun juga didukung oleh soft skillyang baik. 
Share on facebook
Follow Us
Banner
Dollar Income..!!!
Powered by