"Peluang melalui internet bisa menjadi senjata yang ampuh, bisa bermanfaat, menguntungkan atau melukai seseorang dan kelompok. Tergantung siapa pelaku dan motifnya", Dolly Deseka Tishvara - Pendiri Ooh-gitu.com
KLIK SINI...!
Download software proteksi situs porno. GRATIS!
Cegahlah internet anak anda di rumah dengan download software ini.
Banner


Serunya belajar di sekolah alam

Beberapa tahun belakangan banyak orang tua yang melirik sekolah alam sebagai tempat mengenyam ilmu bagi buah hati mereka. Para orang tua ini meyakini bahwa alam merupakan gudang pengetahuan yang luas dan berlimpah. 
 
Sekolah ini pun memanfaatkan alam secara optimal sebagai bagian dari metode pembelajaran. Sejatinya, sekolah alam berupaya menghilangkan paradigma selama ini bahwa belajar adalah menerima pengajaran yang terbatas di ruang kelas. 

Lebih dari itu, lewat pengajaran yang diberikan, sekolah alam mencoba mengajak siswa memaknai konsep fitrah, di mana sekolah bukan lagi sebagai beban,namun realitas kehidupan yang karena itu ilmunya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap sekolah alam pun cukup pandai merancang kegiatan belajar mengajar sehingga kesan monoton atau jenuh hampir tidak  pernah dirasakan siswanya. 

Sekolah Pesona Alam (SPA) yang terletak di Bogor misalnya. Sekolah yang diperuntukkan bagi siswa Preschool ini mempunyai sistem Zero Mind Process, yang mengondisikan siswa yang datang ke sekolah untuk siap menerima pelajaran. Caranya dengan membuat siswa merasa senyaman mungkin sebelum memulai aktivitas pelajaran. 

Ketika datang, siswa disambut dengan pelukan oleh wali kelas. Selanjutnya, diminta menceritakan pengalaman mereka di hari sebelumnya.Sebelum masuk pada kegiatan utama, siswa melakukan senam dan bermain. “Makanya anak-anak jadi lebih siap menerima pelajaran,” ujar Irma Pramiati selaku staf di SPA.

SPA menyandarkan kurikulumnya pada tiga pilar, yakni pengembangan akhlak melalui teladan, pengembangan logika dan daya cipta,serta pengembangan kepemimpinan dengan outbound dan training. Pengembangan akhlak melalui teladan dilihat siswa melalui guru mereka sebagai teladan. 

Setiap melakukan pekerjaan, sang guru selalu mengajak siswa untuk memulai dan mengakhiri dengan berdoa. Adapun pengembangan logika dilakukan melalui berbagai kegiatan utama, seperti melukis, mewarnai, maupun membuat karya dari alam sekitar. Yang paling ditunggu para siswa adalah kegiatan outbound yang memang identik dengan sekolah alam. 

Seperti di Sekolah Alam Ciganjur (SAC), setidaknya dua minggu sekali siswa melakukan outbound di dalam atau luar sekolah. Kegiatan ini pun sangat menyenangkan dan cukup menantang, seperti rafting yang biasanya mengambil tempat di Danau Setu Babakan yang berada di daerah Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. 

Untuk menghindari kejenuhan, pihak sekolah lumayan pintar dalam mengemas kegiatan. Sekali waktu,acara rafting diganti dengan wall climbing khusus untuk siswa SMP. Sementara satu bulan sekali, giliran siswa diajak renang. Outbound memang bertujuan untuk menyenangkan para siswa, namun di balik itu ada makna yang lebih mendalam. 

”Dengan outbound kami berharap dapat mengasah keberanian para siswa sehingga akhirnya terbangun karakter percaya diri, berani, dan memunculkan sifat leadership yang kuat,” ungkap Novi Hardian, salah seorang staf di SAC. Outbound memang bagian dari materi pendidikan leadership dengan dynamic group sebagai metode utama. 

Melengkapi aktivitas di alam, siswa diajak pula aktif terlibat dalam kegiatan bertani. Untuk yang satu ini, tentunya alam dijadikan laboratorium utama. Fasilitas yang tersedia pun terbilang lengkap. SPA memiliki area berkebun dan peternakan lele.Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk bercocok tanam.

Dari mulai penanaman, pemberian pupuk, penyiraman, hingga panen, mereka terus pantau.Waktu panen disambut ceria oleh anak-anak ini. “Mereka ikut mencabut singkong, lalu kita goreng dan bikin singkong keju. Anak-anak pun senang,”kata Irma. 

Lain lagi dengan Sekolah Alam Bogor (SAB). SAB mengarahkan siswanya untuk mengembangkan potensi Kota Bogor. Seperti diketahui, Bogor kaya dengan potensi pariwisata dan jasanya. SAB pun mencoba mengajak siswa untuk mengeksplorasi potensi yang dimiliki itu lewat tugas yang diberikan kepada siswa kelas 4–6 SD.

 “Di Bogor ada empat bidang yang dapat ditekuni,yakni ecolab, ritel,event organizer, dan media,”ujar Manager Program SD SAB Yasir Amarullah. Dari keempat bidang ini,siswa diminta memilih bidang yang ingin mereka jadikan sebagai bahan tugas. _ sri noviarni 
Banner
Share on facebook
Follow Us
Banner
Dollar Income..!!!
Powered by